Jumlah Mufidah


جُمْلَة مُفِيْدَة

JUMLAH MUFIDAH (KALIMAT SEMPURNA)

Jumlah Mufidah atau Kalimat Sempurna, bisa dikelompokkan dalam dua golongan besar yaitu:

  1. JUMLAH ISMIYYAH (جُمْلَة اِسْمِيَّة) atau Kalimat Nominal
  2. JUMLAH FI’LIYYAH (جُمْلَة فِعْلِيَّة) atau Kalimat Verbal

1) JUMLAH ISMIYYAH (جُمْلَة اِسْمِيَّة) atau Kalimat Nominal yakni kalimat yang dimulai dengan Isim atau Kata Benda.

Sebuah Jumlah Ismiyyah harus terdiri dari dua bagian yaitu:

  1. MUBTADA’ (مُبْتَدَأ) atau Permulaan Kalimat atau Pokok Kalimat; biasanya merupakan Isim Ma’rifah.
  2. KHABAR (خَبَر) atau Keterangan yakni penjelasan tentang keadaan Mubtada’; biasanya merupakan Isim Nakirah.


Ditinjau dari segi Khabar, ada tiga macam Jumlah Ismiyyah. Contoh:
1. عُمَرُ مُدَرِّسٌ (=Umar seorang pengajar)
2. عُمَرُ يَدْرُسُ (=Umar sedang mengajar)
3. عُمَرُ فِيْ الْمَدْرَسَةِ (=Umar di sekolah)

Ketiga kalimat di atas merupakan Jumlah Ismiyyah dengan Isim عُمَرُ (=Umar) sebagai Mubtada’. Sedangkan sebagai Khabar adalah:

  1. مُدَرِّسٌ (=guru) yang merupakan Isim (Nakirah).
  2. يَدْرُسُ (=mengajar) yang merupakan Fi’il (Kata Kerja).
  3. فِيْ الْمَدْرَسَةِ (=di sekolah) yang merupakan SYIBHUL JUMLAH (شِبْهُ الْجُمْلَةِ) atau serupa kalimat yakni kalimat yang diawali dengan Harf (Kata Tugas) atau Zharf (Kata Keterangan).

Meskipun Mubtada’ pada umumnya terletak sebelum Khabar, namun terkadang bisa saja sebaliknya, Khabar mendahului Mubtada’. Contoh:

  • الْحَمْدُ لِلّهِ (=Segala pujian untuk Allah) adalah Jumlah Ismiyyah dimana الْحَمْدُ(=segala pujian) adalah Mubtada’ dan للهِ (=untuk Allah) adalah Khabar.

Kalimat tersebut bisa juga ditulis sebagai berikut:

  • لِلّهِ الْحَمْدُ (=Untuk Allah segala pujian) dimana لِلّهِ (=untuk Allah) dinamakan KHABAR MUQADDAM (خَبَر مُقَدَّم) atau Khabar yang dimajukan sedangkanالْحَمْدُ(= segala pujian) dinamakan MUBTADA’ MUAKHKHAR (مُبْتَدَأ مُؤَخَّر) atau Mubtada’ yang diakhirkan.

Demikian Jumlah Ismiyyah. Sekarang kita melangkah ke Jumlah Mufidah jenis kedua.

2) JUMLAH FI’LIYYAH (جُمْلَة فِعْلِيَّة) atau Kalimat Verbal yakni kalimat yang diawali dengan Fi’il atau Kata Kerja.

Pada umumnya, Jumlah Fi’liyyah tersusun dari dua bagian:
1. Fi’il (Kata Kerja)
2. Fa’il (Pelaku) atau Naib Fa’il (Pengganti Pelaku)

Perhatikan dua contoh di bawah ini:

  • جَاءَ مُحَمَّدٌ (=Muhammad telah datang)

جَاءَ (=datang) adalah Fi’il Ma’lum Madhy, مُحَمَّدٌ (=Muhammad) adalah Fa’il

  • أُرْسِلَ مُحَمَّدٌ (=Telah diutus Muhammad)

أُرْسِلَ (=diutus) adalah Fi’il Majhul Madhy, مُحَمَّدٌ (=Muhammad) adalah Naib Fa’il

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: